MATARAM | isnews.net | Lapangan SMA Negeri 1 Mataram pada Senin pagi dipenuhi semangat berbeda (08/09/2025). Ratusan siswa berkumpul bukan untuk upacara rutin, melainkan menyaksikan momen penting dalam kehidupan demokrasi di sekolah: Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2025–2026. Sorak sorai, tepuk tangan, hingga yel-yel dukungan terdengar bersahut-sahutan, menciptakan suasana meriah namun tetap tertib.
Ajang tahunan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga laboratorium demokrasi. Melalui proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, siswa belajar arti kepemimpinan, tanggung jawab, sekaligus praktik berdemokrasi yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBER JURDIL).
Dalam debat kali ini, tampil dua pasangan calon dengan gagasan yang sama-sama menarik.
Pasangan nomor urut 1 adalah Yanta Kusuma Candra Karyanto dari kelas XI-F4 yang maju bersama Raina Indah Nurhaliza Afifi dari kelas X-6. Mereka mengusung visi: “Menjadikan OSIS sebagai wadah pengembangan diri dan potensi dengan berlandaskan nilai Pancasila, agama, dan kreativitas, serta menerapkan nilai kedisiplinan.”
Misi mereka menitikberatkan pada lima hal: meningkatkan iman dan takwa, memperkuat kinerja anggota OSIS, mempererat hubungan dengan ekstrakurikuler, menciptakan lingkungan yang aman dan disiplin, serta menjalankan program OSIS dengan penuh tanggung jawab.
BACA JUGA Reshuffle Kabinet Merah Putih: Prabowo Ganti Sri Mulyani, Bentuk Kementerian Haji dan Umrah
Sementara itu, pasangan nomor urut 2 adalah Bastian Almer Rayyan dari kelas XI-F1 berpasangan dengan Ayu Keshya Maheswari dari kelas X-8. Visi mereka adalah “Mewujudkan OSIS yang aktif dan inovatif untuk menciptakan lingkungan sekolah berkarakter dan berprestasi.”
Dua misi utama mereka fokus pada isu yang sedang hangat di kalangan pelajar: memfasilitasi minat bakat siswa serta mendorong lingkungan sekolah bebas perundungan dan peduli kesehatan mental.
Perbedaan fokus ini membuat jalannya debat semakin menarik, karena siswa dapat melihat dua pendekatan berbeda dalam membangun OSIS: yang satu mengedepankan disiplin dan religiusitas, sementara yang lain menonjolkan inovasi dan kesehatan mental.
Debat dibuka dengan penyampaian visi dan misi, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari panelis dan audiens. Pertanyaan yang dilontarkan siswa beragam, mulai dari strategi mencegah perundungan, cara meningkatkan partisipasi ekstrakurikuler, hingga program untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Kedua pasangan menjawab dengan tenang, penuh percaya diri, dan tetap saling menghormati. Sorak-sorai pendukung menambah semarak suasana, tetapi tertib tetap dijaga. Inilah wajah demokrasi yang sehat: perbedaan pendapat disampaikan dengan argumentasi, bukan emosi.
Gatan, Ketua MPK CERGAS periode 2024/2025 sekaligus ketua panitia, mengaku bangga dengan jalannya acara. “Debat tahun ini berlangsung lancar dan penuh sportivitas. Kami berharap masa kampanye setelah ini juga berjalan tertib, dan seluruh siswa menggunakan hak pilihnya dengan bijak, karena setiap suara sangat berharga,” ujarnya.
Tak ketinggalan, Plt. Kepala SMA Negeri 1 Mataram, Burhanudin, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kegiatan debat terbuka bukan hanya wadah untuk memilih pemimpin OSIS, tetapi juga bentuk nyata pendidikan demokrasi.
“Kami sangat bangga dengan jalannya acara ini. Semua berjalan aman, damai, dan penuh keceriaan. Semoga proses pemilu OSIS nanti tetap kondusif sehingga terpilih pemimpin yang amanah dan benar-benar bekerja untuk siswa SMANSA,” ungkap Burhanudin.
BACA JUGA Run For Fun MIO NTB di Jalan Udayana: Kampanyekan Hidup Sehat dan Zero Plastik
Setelah debat, tahapan berikutnya adalah masa kampanye. Kedua pasangan calon diberi kesempatan menyampaikan program dan gagasannya lebih luas, baik melalui media poster, dialog kelas, maupun kegiatan kreatif lainnya.
MPK CERGAS sebagai penyelenggara menegaskan aturan kampanye: tidak boleh menjatuhkan lawan, harus menjaga etika, dan tetap menjunjung nilai persaudaraan. Dengan begitu, siswa belajar bahwa demokrasi bukan ajang saling menjatuhkan, melainkan adu gagasan yang sehat.
Pemilihan umum OSIS yang akan digelar beberapa hari mendatang akan diikuti seluruh siswa SMANSA Mataram. Prinsip LUBER JURDIL menjadi pegangan utama: setiap suara langsung diberikan oleh siswa, bersifat umum tanpa diskriminasi, bebas dari tekanan, rahasia, serta dihitung dengan jujur dan adil.
Kegiatan pemilu OSIS ini membuktikan bahwa sekolah tak hanya mengajarkan matematika, sains, atau bahasa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Demokrasi dipraktikkan, bukan hanya diajarkan di kelas.
Melalui debat dan pemilu OSIS, siswa belajar bahwa menjadi pemimpin berarti bertanggung jawab pada banyak orang, sementara menjadi pemilih berarti ikut menentukan arah organisasi. Nilai-nilai ini akan menjadi bekal penting ketika mereka kelak terjun di masyarakat, berorganisasi, bahkan berpolitik di level yang lebih luas.
Debat terbuka calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mataram tahun ini layak diapresiasi. Dua pasangan calon tampil percaya diri dengan visi dan misi yang jelas, panitia menjaga netralitas, dan seluruh siswa menunjukkan antusiasme tinggi.
Jika seluruh proses berjalan baik hingga pemilihan, SMANSA Mataram berhak menjadi teladan sekolah menengah atas yang berhasil menghidupkan demokrasi LUBER JURDIL. Di tangan para siswa, nilai demokrasi bukan sekadar teori, tetapi praktik nyata yang membentuk generasi muda berintegritas, kritis, dan siap menjadi pemimpin masa depan.


















