MATARAM | isnews.net | Suasana Sabtu (27/12/2025) pagi di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mandalika terasa berbeda dari biasanya. Gelak tawa dan obrolan hangat terdengar riuh rendah memenuhi aula dan wisma panti.
Pemandangan ini hadir berkat aksi sosial bertajuk “Sapa dan Senyum untuk Opa Oma” yang diinisiasi oleh Yayasan Satu Niat Untuk Negeri (SANTUN) berkolaborasi dengan GEMA SANTUN dan Ruang Bunda Smart.
Puluhan relawan lintas usia tampak membaur tanpa sekat dengan para penghuni panti. Tidak sekadar datang berkunjung, mereka membawa “salon dadakan” ke dalam panti. Para relawan dengan telaten memangkas rambut, merapikan kuku jari yang mulai keriput, hingga memberikan pijatan lembut di bahu para lansia.
Koordinator Relawan, Rajabi, menjelaskan bahwa konsep kegiatan ini memang dirancang untuk memberikan sentuhan personal.
“Kami menyadari bahwa musuh terbesar di usia senja adalah kesepian. Karena itu, kami tidak hanya datang membawa barang, tapi membawa diri kami untuk menjadi teman bicara, pendengar, dan keluarga bagi puluhan opa dan oma di sini,” ungkap Rajabi.
Antusiasme terlihat jelas di wajah para lansia. Beberapa dari mereka tampak asyik bercerita masa mudanya sembari menikmati pijatan relawan, sementara yang lain ikut bernyanyi riang diiringi tepuk tangan. Kegiatan pendampingan ini sukses mencairkan suasana panti yang biasanya hening.
Selain aktivitas grooming dan hiburan, kolaborasi komunitas ini juga menyalurkan tanda kasih berupa bingkisan sarung dan jilbab kepada para penghuni panti, baik yang masih aktif beraktivitas maupun yang terbaring di wisma perawatan (bedridden).
“Harapan kami sederhana, semoga sentuhan kecil hari ini bisa menjadi kenangan manis yang menemani hari-hari mereka ke depan. Ini juga pelajaran berharga bagi kami para relawan muda tentang arti pengabdian,” tutup Rajabi.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kepedulian sosial di Mataram terus bertumbuh, mengikat solidaritas antar-generasi dalam bingkai kemanusiaan. (Red)


















