banner 728x250

Presiden Prabowo Lantik Letjen Tandyo Budi Revita Jadi Wakil Panglima TNI, Pangkat Naik Bintang Empat

banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG | isnews.net | Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Letnan Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Pusat Pendidikan dan Latihan Khusus (Pusdiklatsus) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8/2025). Dalam pelantikan ini, Tandyo sekaligus akan menerima kenaikan pangkat menjadi Jenderal (bintang 4).

Saat ini, Tandyo menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Dengan pengangkatan ini, ia akan mendampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam memimpin kekuatan militer Indonesia di tengah dinamika keamanan regional dan global yang terus berkembang.

banner 325x300

Langkah pengisian jabatan Wakil Panglima TNI ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena posisi tersebut telah kosong selama puluhan tahun. Pemulihan jabatan ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025 yang mengubah Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Perpres terbaru tidak hanya mengatur pengisian jabatan Wakil Panglima TNI, tetapi juga mengubah struktur komando di tiga kesatuan pasukan khusus TNI. Jabatan Komandan Jenderal yang sebelumnya disandang perwira bintang dua kini diganti menjadi Panglima dengan pangkat bintang tiga (letnan jenderal atau setara).

Perubahan nomenklatur dan kenaikan eselon ini diharapkan memperkuat efektivitas komando serta memperjelas garis koordinasi antara pasukan khusus di tiga matra TNI.

Tiga posisi Panglima baru yang akan dilantik besok bersamaan dengan pelantikan Wakil Panglima TNI adalah:

  1. Mayjen Djon Afriandi – diangkat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) TNI AD.

  2. Mayjen Endi Supardi – diangkat sebagai Panglima Korps Marinir (Pangkormar) TNI AL.

  3. Marsda Deny Muis – diangkat sebagai Panglima Komando Pasukan Gerak Cepat (Pangkopasgat) TNI AU.

Dengan perubahan ini, para Panglima pasukan khusus memiliki kewenangan yang lebih luas dalam hal perencanaan, pelaksanaan operasi, hingga koordinasi lintas matra.

Letjen Tandyo Budi Revita dikenal sebagai perwira lapangan dengan rekam jejak panjang di berbagai penugasan strategis TNI AD. Lulusan Akademi Militer tahun 1990 ini pernah memegang sejumlah jabatan penting, termasuk di jajaran Kostrad dan satuan tempur elit TNI AD.

Kenaikan pangkat menjadi Jenderal bintang empat menempatkan Tandyo di jajaran tertinggi perwira TNI, sebuah posisi yang memerlukan kepemimpinan strategis, diplomasi militer, dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi kritis.

Analis militer menilai pengangkatan Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo untuk memperkuat rantai komando dan mempercepat respons TNI terhadap potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemilihan Pusdiklatsus Kopassus di Batujajar sebagai lokasi pelantikan memiliki makna simbolis. Tempat ini merupakan pusat pembentukan prajurit elit TNI AD yang terkenal dengan disiplin keras dan kemampuan tempur tinggi.

Dalam upacara pelantikan, selain pembacaan sumpah jabatan, direncanakan akan ada parade pasukan khusus dan demonstrasi kemampuan taktis. Kehadiran tiga Panglima pasukan khusus yang baru dilantik di lokasi yang sama menegaskan pesan penguatan kapasitas pasukan elit Indonesia.

Perpres Nomor 84 Tahun 2025 disahkan Presiden Prabowo sebagai bagian dari reformasi organisasi TNI. Salah satu poin utama adalah menghidupkan kembali jabatan Wakil Panglima TNI yang sempat ada di masa lalu, namun kemudian dihapus dari struktur.

Keberadaan Wakil Panglima TNI diharapkan mampu:

  • Mempercepat pengambilan keputusan strategis.

  • Membantu Panglima TNI mengoordinasikan tiga matra secara efektif.

  • Menangani tugas-tugas khusus yang membutuhkan fokus intensif.

Sementara itu, perubahan jabatan Komandan Jenderal menjadi Panglima pada tiga pasukan khusus dimaksudkan untuk memperkuat posisi mereka dalam struktur TNI, serta memastikan bahwa setiap matra memiliki satuan khusus yang setara dalam tingkat komando.

Pengisian kembali posisi Wakil Panglima TNI dan pelantikan Panglima tiga pasukan khusus datang di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks. Kawasan Asia Tenggara menghadapi berbagai potensi konflik, mulai dari sengketa perbatasan, ancaman terorisme lintas negara, hingga eskalasi ketegangan di Laut Cina Selatan.

Selain itu, TNI juga dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, modernisasi alutsista, dan memperkuat interoperabilitas antara tiga matra. Perubahan struktur organisasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kekuatan pertahanan yang lebih solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Upacara besok di Batujajar diperkirakan akan dihadiri jajaran menteri kabinet, para kepala staf angkatan, tokoh-tokoh militer senior, serta perwakilan negara sahabat. Momentum ini akan menjadi babak baru dalam sejarah kepemimpinan TNI di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *