Jakarta | isnews.net | Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak tajam pada Rabu, 23 Juli 2025. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas 24 karat naik sebesar Rp24.000 menjadi Rp1.970.000 per gram, dibandingkan hari sebelumnya yang masih di level Rp1.946.000 per gram.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas batangan juga mengalami kenaikan signifikan, yakni menjadi Rp1.816.000 per gram. Kenaikan ini mengindikasikan sentimen positif pasar terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), di tengah ketidakpastian global dan gejolak ekonomi domestik.
BACA JUGA :
Sri Mulyani Laporkan ke Prabowo: Defisit APBN 2025 Tembus 2,78%, Mendekati Batas Krisis?
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, 23 Juli 2025:
-
1 gram: Rp1.970.000
-
2 gram: Rp3.880.000
-
3 gram: Rp5.795.000
-
5 gram: Rp9.625.000
-
10 gram: Rp19.195.000
-
25 gram: Rp47.862.000
-
50 gram: Rp95.645.000
-
100 gram: Rp191.212.000
-
250 gram: Rp477.765.000
-
500 gram: Rp955.320.000
-
1.000 gram (1 kg): Rp1.910.600.000
Kenaikan harga emas juga perlu dibarengi kewaspadaan terhadap aturan perpajakan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan kembali emas ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemilik NPWP, dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari nilai buyback.
BACA JUGA :
Sementara itu, setiap pembelian emas juga terkena PPh 22, yakni sebesar 0,45% bagi pembeli dengan NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP. Bukti potong pajak akan disertakan dalam setiap transaksi.
Kenaikan tajam harga emas Antam memicu prediksi baru dari pelaku pasar dan analis emas. Beberapa ekonom memperkirakan emas berpotensi menembus Rp2 juta per gram dalam waktu dekat, terutama jika tensi geopolitik dan inflasi global terus meningkat.
BACA JUGA :
Turut Meramaikan Pusat Kota Mataram: Exist Hotel Hadirkan Kenyamanan dan Gaya
“Naiknya harga emas merupakan respons pasar terhadap ketidakpastian. Emas masih menjadi primadona dalam menjaga nilai kekayaan,” ujar Ekonom Senior Institute for Economic Research (IER), Dr. Riza Mahendra.
Dengan tren harga yang terus menanjak, emas kembali menjadi pilihan utama masyarakat untuk berinvestasi. Meski demikian, investor tetap diimbau memahami konsekuensi pajak dan mekanisme buyback agar tidak terkejut saat melakukan transaksi.
Apakah ini saatnya Anda beli emas, atau justru menjualnya? Pasar sedang bergerak cepat.


















