banner 728x250
DAERAH  

Mahasiswa KKN PMD UNRAM Desa Loyok Gelar Sosialisasi & Pelatihan Inovasi Keripik Kelapa, Dorong Pangan Lokal Jadi Produk Unggulan

banner 120x600
banner 468x60

Loyok, Lombok Timur, NTB | isnews.net | Suasana Balai Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (7/8/2025) pagi, tampak ramai dengan aktivitas sosialisasi dan pelatihan pembuatan inovasi keripik kelapa. Kegiatan ini digagas oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PMD) Universitas Mataram (UNRAM) yang sedang bertugas di Desa Loyok.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Karang Taruna Desa Loyok, Ibu-Ibu PKK, Ibu-Ibu Kader Desa Loyok, perangkat desa, serta Mahasiswa KKN PMD UNRAM dari Desa Kotaraja yang turut serta sebagai peserta pendukung.

banner 325x300

Ketua kelompok KKN PMD UNRAM Desa Loyok 2025, Lalu Riko Junanda, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Desa Loyok punya potensi kelapa yang melimpah. Kalau diolah dengan inovasi, seperti menjadi keripik kelapa berbagai rasa, tentu bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga selaras dengan program pemberdayaan masyarakat yang menjadi fokus KKN-PMD UNRAM tahun 2025, yakni meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga desa melalui inovasi pangan lokal.

BACA JUGA : Turut Meramaikan Pusat Kota Mataram: Exist Hotel Hadirkan Kenyamanan dan Gaya

Acara dibuka oleh Kepala Desa Loyok, Abdillah, S.Adm, yang memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN PMD UNRAM atas ide kreatif mereka.
“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, karena selain memanfaatkan potensi lokal, juga mendorong warga untuk berwirausaha. Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa berkembang menjadi usaha desa yang berkelanjutan,” tutur Abdillah dalam sambutannya.

Pelatihan dipandu langsung oleh mahasiswa KKN yang terdiri dari 10 orang, yaitu:

  1. Lalu Riko Junanda

  2. Brigitta Haura Ananda

  3. Valentina Detila

  4. Mutia Agustina

  5. Herlina Alhamida

  6. Cindy Angelia Kartika

  7. Alvina Oktavia Wahab

  8. M. Rakha Putra Susetyo

  9. Satria Putra Harianto

  10. Anjuari Cahyaningsih

 

Materi pelatihan meliputi pengenalan bahan baku, teknik pengolahan kelapa menjadi keripik, variasi rasa (original, manis, dan pedas gurih), hingga pengemasan produk agar lebih menarik di pasaran. Peserta juga diajak praktik langsung membuat keripik kelapa dengan peralatan sederhana yang mudah ditemui di rumah.

Ketua Kader Desa Loyok, Ibu Aida, menilai pelatihan ini sudah berjalan dengan baik.
“Kegiatannya sudah bagus, hanya saja ke depan kami berharap bisa mengundang masyarakat yang memang berminat dan punya latar belakang di bidang pengolahan pangan. Selain itu, konsumsi kegiatan selanjutnya akan lebih baik jika menggunakan panganan lokal, sehingga semakin mengangkat produk khas desa,” ucapnya.

BACA JUGA : “Jangan Berinvestasi Pariwisata di Lombok Tengah”: Seruan atau Himbauan?

Sementara itu, Kepala Urusan Perencanaan Desa Loyok, Irka Suharjo, S.Pd., berharap ada tindak lanjut yang lebih serius dalam pemasaran produk.
“Kegiatan ini cukup bagus. Kami ingin ada pelatihan lanjutan tentang cara memasarkan produk secara luas, baik melalui media sosial, pasar lokal, maupun kerjasama dengan pelaku usaha. Jangan sampai setelah kegiatan ini, produksinya berhenti begitu saja,” tegasnya.

Dengan keterampilan baru yang diperoleh, diharapkan peserta pelatihan dapat mengembangkan usaha rumahan berbasis kelapa. Potensi pemasaran keripik kelapa tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga untuk wisatawan yang datang ke Desa Loyok, yang selama ini dikenal dengan kerajinan bambu dan pariwisata alamnya.

Mahasiswa KKN PMD UNRAM juga berencana membuat modul panduan pembuatan keripik kelapa, lengkap dengan tips inovasi rasa dan teknik pemasaran. Modul ini akan diserahkan kepada perangkat desa dan kelompok masyarakat, sehingga pelatihan dapat direplikasi di kesempatan lain.

Selain itu, mereka juga akan melakukan uji coba kemasan yang lebih modern dan ramah lingkungan, guna meningkatkan daya tarik produk di pasaran. Harapannya, keripik kelapa Desa Loyok bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Lombok Timur.

Kepala Desa Loyok, Abdillah, menutup acara dengan ajakan untuk memanfaatkan hasil pelatihan ini sebagai peluang usaha yang nyata.
“Kita tidak boleh puas hanya dengan bisa membuat keripik kelapa. Langkah berikutnya adalah menjadikannya produk unggulan desa yang mampu membuka lapangan kerja baru. Pemerintah desa siap mendukung, baik dari segi peralatan, promosi, maupun pemasaran,” katanya.

BACA JUGA : Magister Teknik Sipil Unram Kenalkan Inovasi Dinding Tahan Gempa Ferosemen di Lombok Utara: Solusi Murah Meriah, Rumah Aman Dari Gempa.

Mahasiswa KKN PMD UNRAM pun menyatakan komitmen mereka untuk terus mendampingi warga selama masa pengabdian di Desa Loyok. Beberapa rencana lanjutan yang disiapkan meliputi pelatihan desain label kemasan, strategi penjualan online, serta pengenalan sistem keuangan sederhana untuk UMKM.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN, peserta, dan perangkat desa, sambil menikmati hasil keripik kelapa buatan peserta. Suasana penuh semangat dan tawa menjadi penanda bahwa pelatihan ini bukan sekadar pembelajaran teknis, tetapi juga momen mempererat kebersamaan warga Desa Loyok.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, keripik kelapa bukan hanya sekadar camilan, melainkan simbol inovasi dan semangat kemandirian Desa Loyok.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *