Mataram |isnews.net| — Sebuah pemandangan tidak biasa terlihat di kawasan destinasi wisata Pantai Loang Baloq, Mataram pada Sabtu pagi (30/5/2026). Para relawan dan mahasiswa tampak memenuhi area pantai sejak pukul 06.45 WITA. Mereka berkumpul bersama dengan membawa perlengkapan kebersihan dan kantong plastik besar, siap menyisir salah satu ikon wisata pesisir kota ini.
Mereka adalah bagian dari gerakan massal lintas komunitas bertajuk “KOLABORASI HEBAT-AKSI BERSIH PANTAI” yang diinisiasi langsung oleh Yayasan Satu Niat Untuk Negeri (SANTUN), bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) FT. Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dan Ruang Bunda Smart. Menariknya, aksi kepedulian lingkungan yang penuh semangat ini juga didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kota Mataram sebagai bentuk sinergi dalam menjaga aset wisata daerah.
Mengusung jargon populer Gen-Z yang menggelitik sekaligus menohok, “No Cap, Let’s Save The Coast! Gak Usah Banyak Drama, Mending Aksi Nyata”, gerakan swadaya mandiri ini membawa misi utama yang tertuang dalam pesan kuat: “Bersama merawat pesisir, menjaga masa depan negeri.”
Pantauan media di lokasi menunjukkan keunikan tersendiri dari aksi ini, di mana berbagai latar belakang komunitas—mulai dari aktivis yayasan sosial, mahasiswa teknik, hingga lembaga bimbingan edukasi—mampu melebur menjadi satu frekuensi. Seluruh relawan tampak bergotong-royong menyisir dan membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang garis destinasi wisata Pantai Loang Baloq.
“Ini adalah bukti nyata bahwa penanganan problem lingkungan yang kompleks tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita butuh kesadaran bersama, rasa kepedulian yang tulus, dan tentu saja sinergi multipihak (multistakeholder partnership) demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup jangka panjang,” ujar Rajabi Mubarak, ST., MT., yang merupakan Dosen Program Studi Teknik Sipil UMMAT sekaligus bertindak sebagai Ketua Yayasan SANTUN selaku Inisiator utama di lokasi aksi.
Seluruh sampah yang terkumpul kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya agar memudahkan proses pengangkutan akhir. Kerja sama taktis di lapangan ini memastikan area wisata pantai bersih kembali berkat gotong royong yang berjalan tertib, sekaligus menjadi pemantik bagi tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat serta pengunjung untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Aksi yang ditutup dengan sesi foto bersama ini berjalan sukses, tertib, dan selesai dengan aman tanpa kendala. Melalui gerakan ini, mereka ingin mengirimkan pesan kuat kepada publik: menjaga masa depan lingkungan hidup dan destinasi wisata lokal bukanlah soal retorika di ruang diskusi, melainkan tentang keberanian melangkah, menumbuhkan rasa memiliki, dan mengeksekusi aksi nyata di lapangan secara konsisten demi kelestarian bumi. (Red)


















