Lombok Utara |isnews.net| – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Tahun 2026 yang bertugas di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Biopori dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbahan Dasar Minyak Jelantah di Aula Kantor Desa Tanjung. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK, kader Posyandu, Karang Taruna, perangkat desa, dan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan.
Program tersebut merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan. Melalui penerapan teknologi sederhana, masyarakat diperkenalkan pada solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dari limbah rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai penerapan biopori yang disampaikan oleh Ni Nengah Prayuning, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tanjung. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan air berbentuk silinder vertikal yang diisi dengan sampah organik. Penerapan biopori berfungsi meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi genangan air saat musim hujan. Selain itu, sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan terurai secara alami menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, mahasiswa KKN PMD Unram bersama masyarakat telah membuat dan memasang 11 titik biopori di sejumlah lokasi strategis di Desa Tanjung. Keberadaan biopori tersebut diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus pencegahan genangan air di lingkungan permukiman.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara mengolah minyak goreng bekas yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi produk lilin aromaterapi yang ramah lingkungan, memiliki nilai guna, serta berpotensi menjadi produk bernilai ekonomis.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK, kader Posyandu, Karang Taruna, dan masyarakat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh semangat serta aktif berdiskusi mengenai manfaat biopori maupun proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Ketua KKN PMD Universitas Mataram Desa Tanjung, Mizwar Anas, menyampaikan bahwa program kerja ini dirancang sebagai solusi sederhana terhadap berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
“Biopori bukan hanya berfungsi sebagai lubang resapan air untuk mengurangi genangan saat musim hujan, tetapi juga menjadi media pengolahan sampah organik menjadi kompos alami yang mampu meningkatkan kesuburan tanah. Di sisi lain, minyak jelantah yang selama ini sering dibuang dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan kedua inovasi ini secara berkelanjutan sehingga lingkungan menjadi lebih bersih sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Mizwar Anas.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Tanjung. Kehadiran perangkat desa, Karang Taruna, kader Posyandu, ibu-ibu PKK, dan masyarakat menunjukkan adanya sinergi yang baik antara mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram dengan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap penerapan biopori dapat terus dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah organik, pencegahan genangan air, dan peningkatan kesuburan tanah. Di sisi lain, keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan mampu menjadi peluang usaha berbasis ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah rumah tangga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung secara berkelanjutan.


















