Mataram |isnews.net| — Semangat kemerdekaan tak selalu harus diteriakkan dengan suara lantang. Di tangan anak-anak usia dini, cinta tanah air justru tumbuh melalui hal-hal sederhana: mengenakan pakaian merah putih, menyanyikan lagu kebangsaan, menari tarian daerah, bermain bersama, berbagi hadiah, hingga berjalan dalam barisan Pawai Kemerdekaan.
Suasana penuh keceriaan itu terlihat dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar KB & TK Cheery Little Club Preschool, Jumat (14/8/2026). Mengusung tema “Kecil-kecil Cinta Tanah Air”, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan menyambut hari kemerdekaan, tetapi menjadi ruang edukasi bagi anak-anak untuk mengenal nilai kebangsaan sejak usia dini.
Sejak pagi, lingkungan sekolah dipenuhi nuansa merah putih. Anak-anak datang dengan wajah penuh antusias, sementara para orang tua turut mengambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan. Kehadiran orang tua membuat suasana perayaan semakin hangat sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.
Di atas panggung, para murid tampil percaya diri. Dengan ekspresi polos dan penuh kegembiraan, mereka bernyanyi dan menampilkan berbagai tarian daerah. Setiap gerakan sederhana yang mereka tampilkan seolah menjadi gambaran kecil tentang kekayaan budaya Indonesia yang perlu dikenalkan dan dicintai sejak dini.
Bagi anak-anak, panggung tersebut mungkin hanya menjadi tempat untuk bernyanyi dan menari. Namun bagi sekolah dan orang tua, penampilan itu memiliki makna lebih besar. Anak-anak sedang belajar berani tampil, menghargai budaya, bekerja sama, mengikuti aturan, sekaligus mengenal identitas bangsanya.
Kemeriahan semakin terasa ketika rangkaian lomba ketangkasan memasuki sesi pembagian hadiah. Wajah-wajah ceria terlihat saat anak-anak menerima penghargaan atas keberanian dan partisipasi mereka. Tidak hanya kemenangan yang menjadi perhatian, tetapi juga proses belajar bahwa setiap usaha layak dihargai.
Menariknya, semangat kebersamaan kemudian dilanjutkan melalui tradisi saling berbagi kado antarmurid. Anak-anak diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu berarti menerima, tetapi juga mampu memberikan sesuatu kepada orang lain.
Nilai sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Anak-anak belajar berbagi, menghargai teman, tidak membeda-bedakan, serta merasakan kebahagiaan ketika melihat orang lain tersenyum.
Puncak kemeriahan berlangsung melalui Pawai Kemerdekaan merah putih. Anak-anak bersama orang tua mengikuti pawai dengan penuh antusias. Barisan kecil itu menjadi pemandangan menarik sekaligus simbol kuat bahwa semangat nasionalisme dapat dibangun melalui kebersamaan antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Kepala KB & TK Cheery Little Club Preschool menegaskan bahwa keterlibatan orang tua memiliki posisi penting dalam proses pembentukan karakter anak.
“Melalui kolaborasi hangat antara sekolah dan orang tua, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air, keberanian, serta semangat berbagi sejak usia dini. Nilai nasionalisme akan tertanam paling kuat ketika lingkungan sekolah dan rumah berjalan berdampingan,” ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan nasionalisme tidak harus diberikan melalui materi yang berat. Anak-anak justru membutuhkan pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan mereka. Bermain bersama, mengenal lagu dan tarian daerah, menggunakan atribut merah putih, mengikuti kegiatan kemerdekaan, serta belajar berbagi merupakan cara sederhana untuk memperkenalkan nilai kebangsaan.
Kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa sekolah tidak berdiri sendiri dalam mendidik anak. Apa yang ditanamkan guru di ruang kelas akan semakin kuat ketika mendapatkan dukungan dari keluarga di rumah.
Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI di Cheery Little Club Preschool menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan pendidikan, kebudayaan, keluarga, dan kegembiraan anak-anak dalam satu ruang yang sama.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pengenalan nilai cinta tanah air sejak dini menjadi investasi karakter yang sangat penting. Anak-anak hari ini adalah generasi yang kelak menentukan wajah Indonesia di masa depan.
Mereka mungkin masih kecil. Mereka mungkin belum sepenuhnya memahami arti perjuangan para pahlawan atau makna kemerdekaan. Namun dari langkah-langkah kecil mereka, dari lagu yang dinyanyikan, tarian yang ditampilkan, tangan yang saling berbagi, hingga barisan merah putih yang mereka ikuti, benih-benih cinta Indonesia mulai ditanam.
Peringatan kemerdekaan akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama seluruh murid, guru, dan orang tua. Senyum dan keceriaan memenuhi suasana.
Sebuah perayaan sederhana, tetapi menyimpan pesan besar: nasionalisme tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan, keteladanan, kebersamaan, dan cinta yang ditanamkan sejak kecil.
Dari sekolah dan keluarga, semangat itu mulai tumbuh. Dari anak-anak kecil inilah, harapan tentang Indonesia masa depan kembali menemukan tempatnya.


















