banner 728x250

IGI Dompu Gelar Gerakan Literasi Daerah, Guru dan Siswa Didorong Menulis

banner 120x600
banner 468x60

DOMPU, IS NEWS.NET – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu menutup rangkaian kegiatan Agustus 2026 dengan menggelar Gerakan Literasi Daerah di Aula Pendopo Bupati Dompu, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Guru Cerdas Finansial, Literasi Sejarah dan Budaya Menuju Dompu Maju” tersebut dirangkaikan dengan launching dan bedah buku IGI Dompu “Sepatu Fentofel di Depan Pintu”, literasi keuangan bersama Bank NTB Syariah Cabang Dompu, serta pemberian Anugerah Penulis Cerita Rakyat Dompu.

banner 325x300

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu H. Khairul Insyan, SE., MM mewakili Bupati Dompu, Ketua DPRD Dompu, jajaran Dikpora Dompu, Bank NTB Syariah Cabang Dompu, para guru SMA/SMK se-Kabupaten Dompu, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah, mengatakan kegiatan gerakan literasi dearah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap daerah, budaya, pendidikan, dan masa depan generasi muda Dompu.

Menurut Ida, gerakan literasi juga menjadi bagian dari semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui penguatan literasi guru dan siswa, literasi finansial, sejarah, budaya, serta penulisan cerita rakyat Dompu.

“Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan jejak kebaikan dan pengetahuan,” ujar Ida.

Ia menjelaskan, lomba penulisan cerita rakyat Dompu yang digelar IGI menjadi salah satu upaya mendokumentasikan kekayaan budaya daerah. Karya peserta, baik kategori guru maupun siswa, diseleksi oleh juri yang profesional, termasuk tokoh budaya, dan selanjutnya diharapkan dapat dibukukan.

Ida berharap buku cerita rakyat tersebut nantinya dapat menjadi bahan bacaan sekaligus sumber pembelajaran lokal di sekolah sehingga cerita dan budaya Dompu tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

IGI Dompu, lanjutnya, juga terus mendorong budaya menulis melalui program “Satu Guru, Satu Buku” dan “Satu Siswa, Satu Buku.” Program tersebut diharapkan mendorong guru dan siswa tidak hanya membaca, tetapi juga berani menuangkan pengalaman, gagasan, dan pengetahuan dalam bentuk karya.

Ia menegaskan, gerakan literasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, akademisi, swasta, budayawan, sastrawan, guru, orang tua hingga masyarakat.

Sementara,  Bupati Dompu diwakili Sekda Dompu H. Khairul Insyan menegaskan bahwa literasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis.

Menurutnya, literasi juga berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan informasi, membangun karakter, berpikir kritis, serta memilah dan memilih informasi yang benar.

“Literasi itu tidak saja mampu membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memanfaatkan apa yang ditulis dan apa yang dibaca. Kemudian membangun karakter, membangun pikiran kritis, dan juga dapat memilah serta memilih mana informasi yang benar,” ujar Khairul.

Ia menilai kemampuan menyaring informasi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang membawa dampak positif sekaligus negatif. Masyarakat, terutama generasi muda, setiap saat berhadapan dengan berbagai informasi melalui platform digital.

Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membekali siswa agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi.

“Kita tidak saja mengajarkan anak dan siswa kita bagaimana menggunakannya, tetapi kemampuan untuk memilah dan memilih tadi agar berkembang secara positif,” katanya.

Sekda juga mengajak seluruh elemen menjadikan literasi sebagai gerakan bersama dan komitmen jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial. Budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta bertukar gagasan secara sehat perlu terus dibangun di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima setiap informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi. Informasi yang diterima perlu dilihat berdasarkan fakta dan data agar tidak melahirkan kesalahpahaman maupun keputusan yang keliru.

“Literasi yang harus kita bangun, kita jadikan sebuah gerakan bersama dan menjadi komitmen kita semua. Bahwa literasi ini harus kita dorong dan harus kita bangun,” tegasnya.

Sekda berharap Gerakan Literasi Daerah yang digagas IGI Dompu dapat menjadi momentum memperkuat budaya literasi sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan menyikapi arus informasi.

Redaksi |

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *